Kapal  Phinisi
Menu

Bagian-bagian Kapal Pinisi dan Fungsinya

Di halaman ini
  1. Mengapa bagian kapal pinisi perlu dibaca dalam dua kelompok?
  2. Apa saja bagian utamanya dan apa yang tercatat tentang masing-masing?
  3. Mengapa urutan pemasangan papan dan gading penting?
  4. Apa peran lunas dan papan pengapitnya?
  5. Apa saja yang termasuk kelompok layar?
  6. Apa yang diketahui tentang haluan, buritan, geladak, dan jangkar?
  7. Bagaimana kemudi membedakan palari, jonggolang, dan lambo?
  8. Apakah tiap bagian memakai kayu yang berbeda?
  9. Apa yang perlu ditanyakan saat membaca spesifikasi kapal?
  10. Apa jawaban singkat tentang bagian kapal pinisi?
  11. Dari mana fakta di halaman ini berasal?
  12. Bagaimana cara menghubungi desk?

Oleh Kapal Phinisi Editorial Desk

Tiang haluan dan tali-temali kapal pinisi di pelabuhan tua Jakarta
Tiang haluan kapal pinisi di pelabuhan lama Jakarta. Foto: CEphoto, Uwe Aranas, CC BY-SA 3.0, Wikimedia Commons, ukuran diubah. Foto ilustrasi: bukan kapal, proyek, atau layanan situs ini, dan bukan kapal yang ditawarkan.

Bagian-bagian kapal pinisi terbagi dua kelompok: lambung (lunas, papan, gading, pasak, haluan, buritan, geladak, kemudi) dan sistem layar (dua tiang, tali-temali, tujuh hingga delapan layar). Pembagian ini penting karena kata pinisi merujuk pada sistem layarnya, sedangkan lambungnya bisa palari, jonggolang, atau lambo. Kemudi pun berbeda: palari dua di samping, lambo satu di tengah.

Mengapa bagian kapal pinisi perlu dibaca dalam dua kelompok?

Wikipedia bahasa Indonesia menjelaskan bahwa pinisi secara teknis adalah nama sistem layar, yaitu susunan tiang, layar, dan tali-temali. Di bawah susunan itu, badan kapalnya punya tiga kemungkinan: palari, jonggolang, atau lambo. Akibatnya, dua kapal yang sama-sama disebut pinisi dapat memiliki susunan tiang yang serupa tetapi berbeda pada kemudi dan bentuk badan.

Karena itu kami memisahkan kelompok lambung dari kelompok layar. Pemisahan tersebut mencegah kekeliruan menyebut pinisi sebagai jenis lambung. Perbandingan bentuk badan dibahas lebih panjang di perbedaan pinisi dan lambo, sedangkan urusan kain dan tiang ada di panduan jumlah layar.

Apa saja bagian utamanya dan apa yang tercatat tentang masing-masing?

Tabel berikut mengurutkan bagian dari bawah ke atas. Kolom terakhir menunjukkan asal catatan. Bila tertulis "arti umum", isinya pengertian kata dalam dunia pelayaran, bukan rincian khusus pinisi.

Apa saja bagian utamanya dan apa yang tercatat tentang masing-masing?
BagianKelompokYang tercatatAsal catatan
LunasLambungDiletakkan dengan upacara khusus, lalu dikuatkan. Pada palari bentuknya melengkung.Wikipedia ID
Papan pengapit lunasLambungDipasang pada tahap Kalebiseang.Wikipedia ID
Papan lambungLambungMembentuk kulit kapal sebelum gading masuk.ICH Courier
GadingLambungDipasang setelah papan, mengikuti bentuk lambung.ICH Courier
PasakLambungPenyambung dari kayu.ICH Courier
HaluanLambungUjung depan kapal.Arti umum
BuritanLambungUjung belakang kapal.Arti umum
GeladakLambungLantai yang menutup bagian atas lambung.Arti umum
KemudiLambungPalari dua di samping, lambo satu di tengah.Wikipedia ID
TiangLayarDua tiang.Wikipedia ID
Layar dan tali-temaliLayarTujuh hingga delapan layar, diatur seperti gaff-ketch.Wikipedia ID

Mengapa urutan pemasangan papan dan gading penting?

Kapal kayu mudah dibayangkan seperti rumah: rangka berdiri dulu, dinding menyusul. Pinisi berjalan terbalik. ICH Courier terbitan UNESCO-ICHCAP mencatat kulit papan terbentuk dahulu, gading masuk setelahnya, dan pasak kayu menjadi penyambung. Wikipedia bahasa Indonesia sejalan dengan itu saat menyebut papan disusun dari bawah ke atas.

Urutan ini mengubah cara membaca fungsi tiap bagian. Pada kapal rangka-dahulu, gading memberi bentuk dan papan menutupnya. Pada pinisi, papanlah yang lebih dulu memberi bentuk, sedangkan gading datang kemudian dan menyesuaikan diri. Jadi kalau ada yang menyebut gading sebagai cetakan lambung, keterangan itu perlu dikoreksi. Teknik ini punya artikel sendiri, kapal pinisi tanpa cetak biru, sedangkan jumlah papan, pasak, dan seluruh tahap kerjanya ada di tahapan pembuatan kapal pinisi.

Apa peran lunas dan papan pengapitnya?

Lunas memulai rangkaian kerja di lambung. Wikipedia bahasa Indonesia mencatat urutannya: peletakan lunas, lalu Kalebiseang untuk memasang papan pengapit lunas, lalu Anjarreki untuk menguatkan lunas, baru kemudian papan-papan lain disusun. Dari urutan itu terlihat bahwa lunas diperlakukan sebagai dasar yang harus kokoh sebelum kulit kapal bertambah tinggi.

Setelah papan tersusun, sela di antaranya diisi dan didempul. Urutan dan batas catatan tahap ini ada di ritual pembuatan kapal pinisi.

Apa saja yang termasuk kelompok layar?

Kelompok ini lebih ringkas: dua tiang, tali-temali, dan tujuh hingga delapan layar. Justru bagian inilah yang memberi nama pada kapalnya. Wikipedia bahasa Indonesia mencatat palari sebagai pasangan yang paling sesuai bagi dorongan layar ini, jadi kedua kelompok saling mengisi meski bisa dibahas terpisah. Ukuran dan proporsi keseluruhan ditentukan kepala tukang; sebutan lain untuk peran ini kami bahas di panrita lopi.

Apa yang diketahui tentang haluan, buritan, geladak, dan jangkar?

Lebih sedikit daripada yang diharapkan banyak pembaca. Haluan adalah ujung depan, buritan ujung belakang, dan geladak lantai penutup lambung. Pengertian itu berlaku untuk kapal pada umumnya. Nama lokal, ukuran, atau jenis jangkar pada pinisi tidak dirinci sumber yang kami tautkan, sehingga halaman ini tidak mengisinya dengan perkiraan.

Hal serupa berlaku untuk dua istilah pada palari, yaitu salompong dan ambeng. Wikipedia bahasa Indonesia menyebut keduanya sebagai ciri palari dan berhenti di situ, jadi letak dan fungsinya tidak kami tulis. Bila istilah ini muncul di spesifikasi, minta penjelasan tertulis dari pihak yang menulisnya.

Bagaimana kemudi membedakan palari, jonggolang, dan lambo?

Kemudi adalah pembeda yang paling mudah ditanyakan kepada pemilik atau penjual kapal, karena jawabannya berupa jumlah dan letak.

Bagaimana kemudi membedakan palari, jonggolang, dan lambo?
LambungCiri yang tercatatKemudi
PalariLunas melengkung, salompong dan ambengDua, di samping
JonggolangMuncul pertengahan abad ke-20, dibangun langsung setinggi pesananBelum tercatat
LamboBentuk modern, disebut juga perahu layar motor, memakai dieselSatu, di tengah

Jenis lambung juga ikut menentukan bagian yang tidak tampak di tabel. Lambo membawa mesin diesel beserta perlengkapannya, yang tidak muncul dalam catatan tentang palari. Maka pertanyaan "bagian apa saja yang ada di kapal ini" tidak punya satu jawaban tetap, dan jawabannya harus dimulai dari jenis lambung. Angka yang tercatat, terutama palari, ada di ukuran kapal pinisi.

Apakah tiap bagian memakai kayu yang berbeda?

Ya, pilihan pohon mengikuti fungsi bagiannya, menurut Wikipedia bahasa Indonesia. Pemetaan jenis kayu ke bagian tertentu jauh lebih sulit dipastikan, seperti terlihat dari tiga contoh berikut.

  • Bitti atau gofasa. Nama ilmiahnya Vitex cofassus, ditanam untuk kayu keras. Pemakaiannya pada rangka pinisi kami temukan di sumber komersial, belum di rujukan yang lebih kuat.
  • Ulin atau kayu besi. Wikipedia mencatat ketahanannya di air dan bahan bakunya yang berasal dari hutan alam dengan kelestarian terancam. Klaim bahwa ulin dipakai untuk lunas pinisi berasal dari artikel wisata dan belum terverifikasi.
  • Naknasa. Jurnal UIN Alauddin mencatat naknasa dipilih karena seratnya kedap air dan susutnya kecil. Tanyakan bagian kapal yang memakainya pada penawaran.

Pembahasan per jenis kayu ada di panduan kayu kapal pinisi.

Apa yang perlu ditanyakan saat membaca spesifikasi kapal?

Daftar berikut memakai bagian-bagian di atas sebagai alat periksa, baik untuk kapal yang akan dipesan maupun yang akan dibeli.

  • Apakah jenis lambung ditulis terpisah dari sistem layar? Tulisan "lambung pinisi" perlu diperjelas.
  • Berapa kemudi yang terpasang, dan di mana letaknya?
  • Berapa tiang dan layar yang benar-benar terpasang pada kapal itu, di luar angka umum tujuh hingga delapan?
  • Kayu apa yang dipakai pada lunas, papan, dan gading, ditulis per bagian?
  • Apa arti setiap nama lokal yang muncul di dokumen? Minta penjelasan tertulis bila istilahnya tidak Anda kenal.

Penamaan yang rapi juga berguna di luar pembicaraan teknis. Standar pelayanan KSOP Cirebon mencantumkan gambar atau spesifikasi kapal sebagai salah satu syarat permohonan Surat Ukur, dan langkah lanjutannya kami tulis di dokumen kapal pinisi.

Daftar yang sama berlaku untuk penawaran kami, karena desk ini bisa berakhir pada kontrak dengan perusahaan kami.

Apa jawaban singkat tentang bagian kapal pinisi?

Berapa tiang yang dimiliki kapal pinisi?

Dua. Catatan Wikipedia bahasa Indonesia menempatkan tujuh hingga delapan layar pada kedua tiang itu.

Apakah gading dipasang sebelum papan lambung?

Tidak. ICH Courier mencatat kulit papan terbentuk dahulu, baru gading menyusul.

Apakah semua kapal pinisi punya dua kemudi samping?

Tidak. Dua kemudi samping adalah ciri palari, sedangkan lambo modern memakai satu kemudi di tengah.

Apakah pinisi nama sebuah bentuk lambung?

Tidak. Pinisi adalah nama sistem layar, dan lambung di bawahnya bisa palari, jonggolang, atau lambo.

Apa nama lokal untuk haluan dan buritan pinisi?

Kami belum punya rujukan untuk nama lokal keduanya, sehingga halaman ini memakai istilah umum.

Dari mana fakta di halaman ini berasal?

Bagaimana cara menghubungi desk?

Bila Anda sedang menyusun spesifikasi, mulai dari alur pemesanan kapal pinisi. Koreksi sumber dan pertanyaan bisa dikirim lewat WhatsApp +62 811-3941-4563 atau email bd@juaraholding.com.

Punya spesifikasi kapal?

Kirim jenis kapal, ukuran, dan pekerjaannya. Desk menjawab dengan penawaran tertulis.

Minta penawaran lewat WhatsApp bd@juaraholding.com