Kapal  Phinisi
Menu

Pembuatan Kapal Pinisi: Tahapan dari Pencarian Kayu hingga Peluncuran

Di halaman ini
  1. Apa saja urutan tahapnya?
  2. Siapa yang memimpin pekerjaan?
  3. Bagaimana kayu dipilih dan ditebang?
  4. Apa yang terjadi pada lunas?
  5. Mengapa papan dipasang sebelum gading?
  6. Apa itu a'panisi dan allepa?
  7. Kapan tiang, layar, dan mesin dipasang?
  8. Bagaimana peluncuran dilakukan?
  9. Berapa lama prosesnya, dan dokumen apa yang harus keluar?
  10. Apa yang perlu diperiksa pemesan pada tiap tahap?
  11. Apa pertanyaan umum tentang proses pembuatannya?
  12. Dari mana fakta di halaman ini berasal?
  13. Bagaimana cara menghubungi desk kami?

Oleh Kapal Phinisi Editorial Desk

Rangka kayu kapal pinisi sedang dibangun di tepi pantai Bulukumba, Sulawesi Selatan
Pembangunan kapal pinisi di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Foto: Midori, CC BY 3.0, Wikimedia Commons, ukuran diubah. Foto ilustrasi: bukan kapal, proyek, atau layanan situs ini, dan bukan kapal yang ditawarkan.

Pembuatan kapal pinisi berjalan dari pencarian kayu, peletakan lunas, penyusunan papan, penyumbatan sela dengan majun, pendempulan, sampai peluncuran yang diawali upacara Appasili. Pekerjaan dipimpin punggawa, sebutan untuk kepala tukang. Ciri utamanya teknik papan dulu: kulit lambung dirangkai lebih dahulu, lalu gading dipasang mengikuti bentuknya. Beberapa tahap punya nama sendiri, dan peletakan lunas serta Appasili disertai upacara.

Apa saja urutan tahapnya?

Urutan di bawah mengikuti artikel Pinisi di Wikipedia bahasa Indonesia, sumber paling rinci untuk nama tahap yang kami pakai. Kami sengaja hanya memakai istilah yang tercantum di sana.

Apa saja urutan tahapnya?
UrutanTahapYang dikerjakan
1Pencarian kayuHari baik, upacara sebelum menebang, pemotongan searah urat, pengeringan
2Peletakan lunasDilakukan dengan upacara khusus
3KalebiseangPemasangan papan pengapit lunas
4AnjarrekiPenguatan lunas
5Penyusunan papanPapan dipasang dari bawah ke atas
6A'panisiMajun dimasukkan ke sela papan, dengan perekat kulit pohon barruk
7AllepaPendempulan
8Appasili dan peluncuranUpacara tolak bala, lalu kapal diluncurkan

Tabel ini merangkum lambung dan upacaranya. Bagian lain kapal, seperti tiang dan mesin, tidak tercakup dalam urutan tersebut, dan kami jelaskan batasnya di bawah.

Siapa yang memimpin pekerjaan?

Kepala tukang disebut punggawa. Dialah yang memimpin pencarian kayu dan menentukan ukuran serta proporsi kapal, dengan para tukang bekerja di bawahnya. Susunan ini berarti keputusan bentuk lambung terkumpul pada satu orang, dan itu berguna untuk diketahui oleh siapa pun yang ingin memahami sebuah kapal: pertanyaan tentang proporsi pada akhirnya adalah pertanyaan kepada punggawanya. Sebutan lain untuk peran ini kami bahas di panrita lopi.

Bagaimana kayu dipilih dan ditebang?

Pencarian kayu tidak dimulai pada sembarang hari. Hari baiknya jatuh pada hari ke-5 dan ke-7 bulan berjalan. Angka lima dibaca sebagai naparilimai dalle'na, rezeki sudah di tangan. Angka tujuh dibaca sebagai natujuangngi dalle'na, selalu mendapat rezeki.

Sebelum pohon ditebang, ada upacara untuk mengusir roh penghuni kayu, dengan seekor ayam sebagai persembahan. Jenis pohon disesuaikan dengan fungsinya di kapal, papan dipotong searah urat kayu, dan kayu dikeringkan lebih dulu sebelum dipakai. Tiga kebiasaan terakhir itu masih bisa ditanyakan kepada siapa pun yang membangun kapal hari ini. Jenis kayu dan tingkat kepastian tiap klaimnya kami kumpulkan di panduan kayu.

Apa yang terjadi pada lunas?

Lunas menjadi titik awal kapal, dan pemasangannya disertai upacara khusus. Sesudah itu menyusul dua tahap yang bernama sendiri. Kalebiseang adalah pemasangan papan yang mengapit lunas, sedangkan Anjarreki adalah penguatan lunas. Jadi lunas dipasang dan diperkuat lebih dahulu, baru lambung naik di atasnya. Urutan dan batas catatan upacaranya ada di ritual pembuatan kapal pinisi.

Mengapa papan dipasang sebelum gading?

Inilah pembeda teknis yang paling penting. Menurut ICH Courier UNESCO-ICHCAP, papan lambung dirangkai lebih dulu menjadi kulit kapal, lalu gading atau kerangka dipasang mengikuti bentuk yang sudah terbentuk, dan sambungannya memakai pasak kayu. Banyak orang membayangkan kapal kayu dibangun seperti rumah, dengan rangka lebih dulu. Pada pinisi, urutannya terbalik.

Skalanya bisa dibayangkan dari dua angka yang berasal dari dua sumber berbeda. Wikipedia bahasa Indonesia menyebut seluruh papan dasar perahu pinisi berjumlah 126 lembar. Jurnal UIN Alauddin mencatat sekitar 3.000 pasak per kapal, yang disebut pasok buku. Kedua sumber tidak menjelaskan untuk ukuran kapal berapa angka itu berlaku, jadi perlakukan keduanya sebagai gambaran, dan jangan dipakai untuk menghitung kebutuhan bahan kapal Anda.

Apa itu a'panisi dan allepa?

Keduanya adalah tahap yang membuat lambung kedap air. A'panisi berarti memasukkan majun ke sela-sela papan, dengan perekat dari kulit pohon barruk. Allepa adalah pendempulan yang menyusul sesudahnya.

Dempul tradisionalnya campuran kapur dan minyak kelapa. Wikipedia bahasa Indonesia mencatat adukan ini dikerjakan selama 12 jam oleh sedikitnya enam orang, kapal 100 ton membutuhkan sekitar 20 kilogram dempul, dan sentuhan akhirnya digosok dengan kulit pepaya. Bila kapal Anda memakai bahan modern pada tahap ini, itu tidak otomatis salah, tetapi perlu ditulis jelas agar Anda tahu apa yang sebenarnya dipakai.

Kapan tiang, layar, dan mesin dipasang?

Urutan yang kami rujuk melompat dari dempul ke peluncuran, dan tidak merinci kapan tiang, layar, atau mesin masuk. Yang bisa dipastikan adalah hasil akhirnya: sistem layar pinisi memiliki dua tiang, dan pinisi modern berlambung lambo memakai mesin diesel. Rincian layar ada di panduan layar. Bila Anda memesan kapal, mintalah urutan pemasangan tiang dan mesin ditulis dalam jadwal pekerjaan.

Bagaimana peluncuran dilakukan?

Peluncuran menjadi tahap akhir, dan didahului Appasili, ritual tolak bala dengan kelengkapan tertentu yang tercatat di sumber. Kami menulis hanya istilah yang bisa ditautkan. Beberapa nama lain untuk tahap ini muncul di internet tanpa sumber yang bisa kami tunjukkan, sehingga tidak kami pakai. Bila Anda berencana menghadiri peluncuran, tanyakan dulu kepada pemilik kapal apakah tamu boleh hadir.

Berapa lama prosesnya, dan dokumen apa yang harus keluar?

Lama pembangunan menurut ukuran kapal masih tanpa dasar yang pasti, sehingga kami tidak menulis angka. Faktor yang memengaruhinya dibahas di berapa lama membuat kapal pinisi.

Yang lebih pasti adalah keluaran dokumennya. Standar pelayanan pendaftaran hak milik kapal KSOP Belawan menyebut surat tukang, atau builder's certificate, sebagai bukti hak milik. Artinya, proses pembuatan harus berakhir dengan surat dari pembuatnya. Dokumen berikutnya ada di panduan dokumen kapal pinisi.

Apa yang perlu diperiksa pemesan pada tiap tahap?

Uraian tahapan di atas bisa dipakai sebagai daftar periksa. Desk ini bisa berakhir pada kontrak dengan perusahaan kami, yaitu PT Komodo Galangan Nusantara untuk konstruksi, jadi ajukan pertanyaan ini kepada kami sama tegasnya seperti kepada pihak lain.

  • Kayu: jenis per bagian kapal, asal, dan cara pengeringannya.
  • Lunas: ukuran, bahan, dan cara penguatannya.
  • Papan: urutan pemasangan dan jenis sambungan, termasuk bila ada bahan selain pasak kayu.
  • Kedap air: bahan penyumbat sela dan bahan dempul yang sebenarnya dipakai.
  • Tiang dan mesin: waktu pemasangan, dan siapa yang menanganinya.
  • Serah terima: surat tukang, dan siapa yang menandatanganinya.

Catat tiap jawaban dengan tanggal, lalu samakan dengan spesifikasi di kontrak, supaya perubahan bahan atau urutan kerja bisa dilacak sebelum tahap berikutnya menutup bagian yang diperiksa. Langkah menyusun permintaan ada di panduan memesan kapal pinisi.

Apa pertanyaan umum tentang proses pembuatannya?

Apakah kapal pinisi dibangun tanpa rangka?

Tidak. Gading tetap dipasang, hanya saja sesudah papan lambung terangkai. Bentuk kerangka mengikuti kulit kapal yang sudah jadi.

Mengapa kayu dicari pada hari ke-5 atau ke-7?

Karena dua hari itu dianggap hari baik. Tradisi membaca angka lima sebagai rezeki sudah di tangan, dan angka tujuh sebagai selalu mendapat rezeki.

Dempul tradisional kapal pinisi terbuat dari apa?

Dari campuran kapur dan minyak kelapa. Adukannya dikerjakan bersama selama berjam-jam sebelum dipakai menutup lambung, lalu permukaannya digosok dengan kulit pepaya.

Apa itu Appasili?

Appasili adalah upacara tolak bala yang mengawali peluncuran, tahap terakhir pembuatan kapal.

Siapa yang memimpin pembuatan kapal pinisi?

Punggawa, yaitu kepala tukang. Ia memimpin pencarian kayu, lalu menentukan ukuran dan proporsi kapal.

Dari mana fakta di halaman ini berasal?

Bagaimana cara menghubungi desk kami?

Untuk rencana pembuatan kapal, kirim fungsi, ukuran, dan target waktu ke WhatsApp 6281139414563 atau bd@juaraholding.com.

Punya spesifikasi kapal?

Kirim jenis kapal, ukuran, dan pekerjaannya. Desk menjawab dengan penawaran tertulis.

Minta penawaran lewat WhatsApp bd@juaraholding.com